Selasa, 15 Mei 2012

wira usaha


BAB I
PENDAHULUAN

Kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang- peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan inovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.

Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja, maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan.



BAB II
PEMBAHASAN
IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
1.      IDE KEWIRAUSAHAAN
Karena memulai wirausaha diawali dengan ide- ide, marilah kita mempertimbangkan beberapa sumber inspirasi ide-ide baru. Beberapa penelitian telah berusaha mencoba menemukan tempat bermulanya ide pendirian kewirausahaan. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh National Federtion of Independent Business Faoundation, yang mengemukakan bahwa munculnya ide- ide berawal dari:

A.          PENGALAMAN PRIBADI
Dasar utama ide awal adalah pengalaman pribadi, baik saat bekerja maupun dirumah. Pengetahuan yang didapatkan dari pekerjaan yang terakhir maupun sekarang seringkali membuat seseorang untuk melihat kemungkinan untuk memodifikasi produk yang telah ada, memperbaiki pelayanan, menduplikasi konsep dalam lokasi berbeda. Contohnya : Seseorang bekerja di jualan bakso, setelah dia bekerja beberapa tahun dia melihat bahwasanya pengalaman bekerja pada saat bekerja tersebut membuka peluang usaha ditempat atau lokasi yang lain.

B.     MINAT
Kadang kala kita manusia minta tumbuh di luar statusnya sebagai minat dan menjadi usaha. Contohnya : Seorang murid yang suka berolahraga sky mungkin dapat memulai usaha penyewaan alat-alat sky. Dengan demikian,ia mendapatkan penghasilan dari kegiatan yang dia senangi.


C.     PENEMUAN SECARA TIDAK SENGAJA
Sumber ide awal baru lainnya adalah penemuan secara tidak sengaja, melibatkan sesuatu yang disebut serendipitas ( kemampuan menemukan sesuatu) atau sejenis kemampuan untuk membuat penemuan yang diinginkan secara tidak sengaja.

D.    PENCARIAN IDE DENGAN PENUH PERTIMBANGAN
Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan oleh wirausahawan untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian yang sedemikian rupa dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran.
Contohnya : wirausahawan yang berpikir serius mengenai ide usaha baru akan lebih dapat menerima ide baru dari beberapa sumber seperti majalah, tabloid, dan seminar-seminar.

Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui:
1.              Inovasi
Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.
2.              Mengubah tantangan menjadi peluang, menciptakan permintaan melalui penemuan baru (market driven).
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
1.       Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif
2.       Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
3.       Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat
Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:
1.       Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar
2.       Resiko finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya
3.       Resiko teknik, terjadi akibat kegagalan teknik
Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:
1.       Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan
2.       Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
3.       Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan
2.      SUMBER-SUMBER POTENSIAL PELUANG
Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut :
1.      Menciptakan produk baru dan berbeda. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata, misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru, maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar.
2.      Mengamati pintu peluang. Wirausaha harus mengamati potensi – potensi yang dimiliki pesaing, misalnya kemungkinan pesaing mengembangjan produk baru, pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru, dukungan keuangan, dan keunggulan – keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar.
3.      Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak.
4.      Menaksir biaya awal, yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru.
5.      Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi, misalnya risiko teknik, finansial, dan pesaing. Dimana risiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Risiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing dan mempertahankan posisinya di pasar.
Setelah ide-ide dan peluang sudah didapat,ada beberapa aspek penting sebelum memulai usaha. Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan ditahun 2006 mengatakan ada 9 aspek penting sebelum memulai usaha:
a.                  Memahami konsep produk atau jasa secara baik 
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukanhanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yangterkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruhaspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior,kebutuhan pasar dan lainnya
b.                       Membuat visi dan misi usaha
Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akanmenjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yangawal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnyamengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidangusaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visidan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akananda rintis.
c.                       Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkandaripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.

3.      ARTI PENTING ORIENTASI PEMASARAN
a.               Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing.
b.              Wirausahawan harus berorientasi konsumen

4.      KEGAGALAN DIDALAM MEMILIH PELUANG BISNIS BARU
1.      Kurangnya obyektivitas
2.      Kurangnya kedekatan dengan pasar
3.       Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
4.      Diabaikannya kebutuhan finansial
5.       Kurangnya diferensiasi produk Gagasan Kelayakan Pelaksanaa Prestasi
6.       Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai Peluncuran Usaha Baru  Yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :
a.    Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi produk atau jasa
b.    Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
c.     Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses
d.    Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi
e.    Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa
f.     Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari pesaing
g.     Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek dagang dan merek jasa

5.      PEMILIHAN BIDANG USAHA
Ada beberapa hal yang bisa anda gunakan sebagai patokan awal dalam
memilih suatu bidang usaha yang akan Anda tekuni dalam jangka panjang:
1.      Lihat karakter usaha dan sesuaikan dengan karakter pribadi. Kita perlu mengenali karakter bidang usaha kita. Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar kita sesuai dengan karakter usaha yang kita lakukan.
2.      Lihat apakah kita menyukai usaha tersebut
Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai usaha yang akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik.
Disini, memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan. Karena hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi bisa berpotensi menjadi usaha yang berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa lainnya.
3.      Lihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut
Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bisa mengukur kemampuan kita dengan mengadakan beberapa analisa atau riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan dengan kemampuan kita. Beberapa poin dalam analisa atau riset yang bisa dijadikan ukuran kemampuan kita adalah :
a.       Kemampuan modal usaha kita
b.      Kemampuan dalam hal keahlian kita
c.       Kemampuan kita membagi waktu (terutama bagi Anda yang masih  kuliah)
d.      Kemampuan kita untuk mengimbangi dinamika dunia usaha sekaligus mengantisipasi persaingan yang ketat
e.       Dan lain-lain
4.      Analisis risk-return dan potensi pengembangan usaha tersebut
Dalam memilih bidang usaha yang kita geluti, sudah pasti kita harus memperhitungkan berapa pengembalian modal (return) yang akan kita dapatkan dari usaha tersebut. Hasil perhitungan tersebut haruslah dibandingkan dengan ririko-risiko yang mungkin terjadi. Jika dari perhitungan awal saja, usaha tersebut sudah nampak tidak layak dijalankan, buat apa kita memaksakan diri? Hal lain yang perlu dilihat adalah kemungkinan bidang usaha tersebut untuk terus berkembang baik dari segi besaran pasar maupun kemungkinan terciptanya cabang-cabang bidang usaha yang saling berkaitan. Contohnya tumbuhnya industri ponsel mendorong banyaknya toko ponsel, aksesoris ponsel, kios voucher isi ulang, download ringtone dan sebagainya. Hati-hati jika Anda memilih bidang usaha yang meskipun Anda kuasai betul, namun sudah tampak jenuh atau cenderung menyusut pasarnya. Bisa-bisa usaha kita akan sulit berkembang nantinya.
















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Di dalam makalah ini kami mencoba menyimpulkan bahwa ide-ide cemerlang seseorang tidak akan berhasil apabila tidak ada media transfer untuk mewujudkan ide-ide tersebut ke dalam peluang dunia usaha. Agar ide-ide dapat manejadi peluang, maka kuncinya adalah bagaimana cara kita untuk berinovasi.
















DAFTAR PUSTAKA
Salsa Delsiany, Resep Cespleng Mengelolah Bisnis Modal Minim, (Jogjakarta: A + Plus Books, Cet 1, 2010).
Masykur Wiratmo, Kewirausahaan: Seri diktat kuliah, (Jakarta: Gunadarma, 1994).
Mas’ud dan Mahmud Machfoedz, (Yogyakarta: 2004).
Winardi, Entrepreneur dan Entrepreneurship, (Jakarta: Surya Kencana, 2003).
Suryana, Kewirausahaan, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, 2006
Helmi Yahya dan Baban Sarbana, Wirausaha Bermodal Nol Rupiah (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2009).



1 komentar: